KY Harus Berani Tegur Hakim Biadab Seperti Patrialis Akbar

0
loading...

TERASBINTANG.com – Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif atau yang lebih dikenal Buya Syafii meminta Komisi Yudisial (KY) berani menegur hakim konstitusi biadab seperti Patrialis Akbar yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

“Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga pengawas perilaku hakim harus berani membunyikan ‘peluit’ keras untuk menegur dan mengancam oknum hakim yang tidak tahu diri,” kata Syafii Maarif di Yogyakarta, Minggu (29/1/2017).

Syafii mengaku prihatin mendengar tertangkapnya Patrialis. Menurutnya, institusi penegak hukum harus betul-betul bersih dari unsur koruptor. “Jika ini benar maka sangat memprihatinkan. Apalagi yang mau dicari oleh hakim ini?,” kata Syafii seperti dikutip dari Antara.

Keterlibatan Patrialis dalam kasus suap dikhawatirkan akan semakin mempersulit penegak hukum Indonesia untuk memperbaiki citranya. “Wibawa penegak hukum akan semakin sulit dipulihkan,” kata Syafii.

Menurut dia, selain KY dan KPK, masyarakat juga harus ikut mengawasi dan mengawal pemberantasan praktik mafia peradilan.

“Masyarakat luas jangan tiarap melihat fenomena yg menjijikkan ini,” kata dia. Patrialis Akbardiamankan petugas KPK pada Kamis 26 Januari di pusat perbelanjaan Grand Indonesia Jakarta bersama dengan seorang perempuan.

Diketahui, Patrialis ditangkap KPK karena diduga menerima hadiah dalam bentuk mata uang asing sebesar 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura (sekitar Rp2,1 miliar) dari Direktur Utama PT Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama Basuki Hariman. Kasus tersebut terkait dengan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan.

Tertangkapnya hakim konstitusi bukan pertama kalinya terjadi, sebelumnya Ketua MK Akil Mochtar juga ditangkap KPK di kediamannya pada 2013.

loading...