Larang Gerakan Aktivis, Pengamat: UI Sudah Tepat, Jangan Mau Ambil Resiko

0

TERASBINTANG.com – Sekretariat Bersama Aktivis untuk Indonesia (Sekber Aktivis UI) memindahkan lokasi malam keprihatinan anak negeri dari lapangan UI Salemba, Jakarta ke Tugu Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat.

Awalnya lokasi malam keprihatian adalah di lapangan ARH UI Salemba, namun tiba-tiba pihak UI membatalkan perizinan tanpa kejelasan. Dalam waktu singkat, panitia Sekber mencari lokasi dan mendapatkan di Tugu Proklamasi.

Pengamat Madjid Politika, Firmansyah, menilai, kampus besar seperti Universitas Indonesia (UI) tentu tidak mau ambil resiko dari sebuah gerakan yang menurutnya cenderung sangat politis, bukan murni sebuah perjuangan yang berorientasi penegakan hukum.

“Ini kan masih terkait soal Ahok. Kalau mereka pro penegakan hukum, seharusnya masalah sudah selesai. Toh Polri sudah memproses kasus dengan sangat baik kok,” katanya.

Menurutnya, kalau proses hukum ini didesak-desak seperti ini, diteror dengan ancaman-ancaman perlawanan bila keputusan akhirnya tak sesuai selera mereka, berarti yang berniat mengintervensi hukum, bukanlah Presiden, tapi mereka sendiri.

“Iya dong. Sikap Presiden kan sudah jelas, tidak mau membela Basuki. Kok masih ada gerakan mendorong supremasi hukum. Jadi, pola pikir kita soal intervensi harus luas ya. Kemungkinan intervensi itu bukan cuma dari Istana lho. Desakan massa itu juga sangat mempengaruhi kerja penyidik,” katanya.

Sebabnya, jika benar UI melarang gerakan ini, tentulah sangat beralasan dan bisa dipahami. UI sebagai kampus besar, tentu harus menjaga marwah dan independensinya. Apalagi, ini adalah momentum politik. Segala resiko yang mungkin dapat ditimbulkan dari sebuah gerakan politik yang seolah-olah pro rakyat kecil, sebisa mungkin dapat dihindari, pungkas Firman. (za)

 

KOMENTAR