Lucunya Heru Cokro dari Sekber UI yang Ngaku-ngaku Jenderal Lapangan Aksi 98 

0

TERASBINTANG.com – Segelintir orang yang menamakan dirinya Sekber Aktivis UI membuat acara bernama ‘Malam Keprihatinan Anak Negeri’ yang digelar pada Jumat (11/11) malam bertempat di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat.

Agak-agaknya, gerakan tersebut adalah bagian dari Demo Tangkap Ahok yang berlangsung pada 4 November lalu. Hal ini bisa dengan mudah dibaca dari tiga tuntutannya yang masih berputar-putar dalam konteks yang sama: Selamatkan demokrasi, supremasi hukum, dan lawan tirani.

Terlepas dari semua itu, ada yang menarik dari acara tersebut, yakni kemunculan satu sosok aktivis yang mengaku-ngaku sebagai Jenderal Lapangan Pendudukan MPR/DPR 1998. Namanya Heru Cokro. Entah dari mana makhluk yang satu ini, kok tiba-tiba mengklaim diri pahlawan reformasi. Penonton tersenyum, sebagian bertepuk tangan.

Namun, tahukah anda bahwa Heru Cokro sebenarnya adalah sosok misterius di kalangan aktivis 98 sendiri. Semua baru tersadar akan keberadaannya ketika ia ‘manggung’ memaparkan orasi tadi malam.

Hal ini diakui langsung oleh Aliansi Nasional 98 Untuk Bangsa. Aliansi ini secara khusus mengoreksi sekaligus mempertanyakan pengakuan Heru Cokro. “Kami bagian dari anak bangsa yang pernah berdarah pada saat 98 yang terdiri atas beberapa organ gerakan merasa ‘terganggu’ ketika ada seseorang pengisi acara tersebut bernama Sdr Heru Cokro mengklaim bahwa dirinya merupakan ‘Jenderal Lapangan Pendudukan MPR/DPR 1998’,” demikian bunyi pernyataan sikap yang diterika terasbintang.com, Jakarta, (12/11).

Padahal, jamak diketahui, peristiwa pendudukan gedung MPR/DPR pada 1998 merupakan rangkaian peristiwa yang bersifat kolektif kolegial. Apalagi, setelah dikonfirmasi ke Eksponen 98, bahkan tak satu pun mengenal sosok Heru Cokro.

“Kami tegaskan bahwa bagaimana mungkin acara yang melibatkan banyak pihak tersebut namun justru ada pihak yang coba mengklaim sesuatu yang tidak pernah dia lakukan. Kami pun merasa prihatin ketika tidak ada klarifikasi dari panitia Sekber Aktivis UI terkait sosok Sdr Heru Cokro. Jangan terjadi PENISTAAN terhadap sejarah 98.”

Namun, apapun motif dari pengakuan itu, Aliansi aktivis 98 ini berharap bahwa nilai-nilai kebangsaan dan persatuan harus tetap dijaga, terutama dalam menghadapi situasi politik seperti saat ini.

Secara khusus, Aliansi Nasional 98 Untuk Bangsa berharap 3 hal, antara lain:

1. Rakyat Indonesia bisa secara aktif terus menjaga rasa kebangsaan melalui kebhinekaan bangsa.

2. Pihak Polri bisa mengusut secara tuntas oknum yang diduga menjadi ‘aktor politik’ dalam kerusuhan aksi damai 4 11.

3. Sejumlah pihak bisa menahan diri dan memercayakan Polri untuk bisa bekerja secara profesional dalam menuntaskan kasus yang melibatkan Ahok.

KOMENTAR

loading...