Maarif Institute: Jangan Mentang-mentang Mayoritas, Lalu Seenaknya Menghakimi Orang

0
loading...

TERASBINTANG.com – Maarif Institute menyesalkan tindak anarkis pembubaran kebaktian di Gedung Sabuga Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016) malam. Hal ini disampaikan pelaksana tugas Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz.

Menurutnya, tindakan intimidasi tersebut harus dihentikan karena tidak sejalan dengan UUD 45 mengenai kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.

Jika tindak anarkis ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan mengancam kehidupan harmoni dalam kebhinnekaan.

“Ruang ekspresi keagamaan menjadi lebih sesak, karena gerombolan/kelompok intoleran semakin sewenang-wenang merampas hak asasi warga dalam menjalankan ibadah dan keyakinan agamanya. Terlebih kelompok ini sudah mengabaikan perintah Wali Kota Ridwan Kamil yang telah menjamin hak untuk beribadah di Kota Bandung,” ujar Abdullah Darraz melalui pernyataan tertulisnya, hari ini.

Abdullah Darraz juga menyebut bahwa jika saja argumentasinya ibadah harus dilakukan di rumah-rumah ibadah, lalu bagaimana menyikapi ibadah-ibadah di tempat publik yang dilakukan oleh kelompok mayoritas seperti doa bersama dan salat Jumat pada 2 Desember yang lalu. Lalu bagaimana pula dengan ibadah salat Ied yang dilakukan di lapangan yang seringkali dilakukan di tempat-tempat publik, katanya.

Jangan karena merasa mayoritas, bisa dengan seenaknya menentukan ukuran benar dan salah secara tidak adil,” kata Abdullah Darraz

 

loading...