Mahfud MD Sebut Pengangkatan Patrialis Jadi Hakim MK Setengah Dipaksakan

0
loading...

TERASBINTANG.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono memiliki tanggung jawab moral atas tertangkapnya hakim konstitusi Patrialis Akbar. Sebab, SBY-lah yang saat itu ngotot menunjuk Patrialis sebagai hakim konstitusi.

“SBY punya tanggung jawab moral sebab dialah yang setengah memaksakan Patrialis menjadi Hakim MK,” kata Mahfud saat dihubungi, Minggu (29/1/2017).

SBY mengangkat Patrialis jadi hakim MK tanpa seleksi yang transparan dan melibatkan publik pada 2013 lalu. Proses pemilihan Patrialis dianggap tidak transparan dan tidak membuka peluang bagi masyarakat untuk turut menyumbangkan pendapat.

Padahal, berdasarkan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi diatur mengenai pencalonan hakim konstitusi secara transparan dan partisipatif.

Keputusan Presiden No 87/P Tahun 2013 tentang pengangkatan Patrialis juga digugat dan akhirnya dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara.

“Saya ketika itu sudah menulis artikel khusus di Harian Kompas agar SBY menggunakan keluarnya vonis PTUN itu sebagai momentum untuk mengoreksi kesalahannya. Saya sarankan agar SBY tak usah naik banding. Tetapi SBY tak peduli dan tetap naik banding,” cerita Mahfud.

Ternyata, banding SBY dimenangkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan dikuatkan kembali di tingkat Mahkamah Agung.

“Tentu saja kita curiga ada unsur politik saat itu. Tetapi tak ada gunanya karena tak punya bukti yang bisa ditunjukkan. Melengganglah Patrialis di MK karena keberhasilan ngototnya SBY itu,” kata Mahfud.

Secara hukum, akau Mahfud, SBY memang tak bisa dimintai tanggung jawab apa pun atas penangkapan Patrialis.

“Tetapi perlu ditekankan, SBY tak bisa lepas dari tanggung jawab moral. Dialah yang mengangkat Patrialis dan kemudian ngotot mempertahankannya, sehingga menimbulkan musibah bagi bangsa ini,” ucap Mahfud.

loading...