Majelis Rasulullah Larang Jamaahnya Ikut Demo 4 November

0
Majelis Rasulullah

TERASBINTANG.com – Pada Jumat (4/10) 2016 disebut-sebut akan ada aksi demonstrasi besar-besaran oleh sejumlah ormas Islam yang dimotori Front Pembela Islam (FPI). Mereka menuntut gubernur DKI Jakarta BAsuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dipenjara karena dianggap telah menghina Islam.

Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menyerukan warganya untuk tidak ikut turun ke jalan. Bersamaan dengan itu juga Habib Umar Bin Hafidz mengingatkan pesan Pimpinan Majelis Rasulullah SAW Habib Munzir Almusawa semasa hidupnya yang pernah mengatakan:

“Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah. Sebelum saya akhiri majelis ini dengan munajat, saya ingin menyampaikan tentang semakin semaraknya perpecahan antara muslimin. Di sini kita mendapatkan perintah dari Guru Mulia kita al-Hafidz al-Musnid al-Habib Umar bin Hafidz, untuk tidak melibatkan diri dalam demo. Apakah demo damai atau demo anarkis, beliau mengatakan semua demo damai atau anarkis sama saja dan jangan dilakukan, karena itu akan memanaskan daripada perpecahan muslimin. Jadi mereka yang berdemo silakan saja, tapi Majelis Rasulullah Saw mau menghindari,” demikian pesannya.

Habib Umar melanjutkan, seruan tersebut telah disampaikan untuk para ulama dan para kyai, seraya berkata: “Sampaikan pada kyai-kyai kita dan para ulama kita dan semua orang-orang yang mengenalku, katakan bahwa Umar mengatakan hal ini, untuk menarik diri, “la yatada’ul biha lil-amr” mundur dari segala acara seperti itu. Tugas kita adalah “ittaqullah wa da’wah ilallah la ghaira dzalik” tugas kita adalah taqwa kepada Allah dan memperluas dakwah Allah Swt, tidak lebih dari itu dari gerakan-gerakan muslimin.

Oleh sebab itu, Habib Munzir memohon para jamaahnya menahan diri untuk turun ke jalan apapun

“Jadi mereka yang akan berangkat saya harap jangan pakai atribut Majelis Rasulullah Saw, jangan sampai terlihat ada bendera Majelis Rasulullah Saw,” tandasnya.

 

KOMENTAR