Makar, Fahri Hamzah Ditantang Duel Fisik Jadi Viral di Sosial Media

0

TerasBintang.com – Ucapan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah atas dugaan perbuatan pengahasutan makar atau menjatuhkan Pemerintahan serta menghina simbol negara saat aksi Demo 4 November 2016, berbuntut panjang.

Pasalnya, saat Fahri Hamzah berpidato di hadapan ribuan umat muslim sangat berpontesi membahayakan karena bersifat makar terhadap negara.
img-20161109-wa0028

“Ada dua cara menjatuhkan Jokowi. Pertama, melalui sidang parlemen dengan mengumpulkan hak menyatakan pendapat. Kedua, melalui parlemen jalanan,” ucapnya saat itu.

Bahkan, pidatonya itu menimbulkan reaksi di media sosial. Pasalnya, ada seseorang bernama Ady Guna asli Ponorogo, ia ingin mengajak duel fisik (Carok Bebas) dengan Fahri Hamzah.

Dalam tulisannya tersebut, Adi menilai Fahri telah membuat gaduh, sok benar, sok pintar dan mengajak para pendemo untuk makar sekaligus menjadi provokator demotrasi 4 November 2016.

Surat tantangan Duel fisik yang diteruskan ke akun pribadi Twitter @Fahrihamzah itu menjadi viral di sosial media.

“@Fahrihamzah, beranikah anda dengan tantangan orang Ponorogo tsb? Saya yakin anda gak bernyali,” tulis netizen @radenano.

“Gimana nih pak @Fahrihamzah,” tulis netizen YulianiYulianis.

Sementara itu, atas ucapan itu, reaksi dari Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) juga melaporkan pria kelahiran Nusa Tenggara Barat, 10 Oktober 1971 ke Bareskrim Polri, Rabu (9/11).

Anggota BaraJP, Birgaldo Sinaga mengatakan, saat mengikuti aksi 4 November lalu, Fahri menyebutkan ada dua cara untuk menjatuhkan presiden.

Pertama, lewat parlemen ruangan; kedua, lewat parlemen jalanan.

Pernyataan tersebut, dianggapnya masuk kategori upaya percobaan penggulingan pemerintahan.

“Akibatnya, banyak teriakan di sana, yang saat mendengarkan orasi, untuk menyerukan turunkan Presiden Jokowi. Akibatnya, massa yang harusnya bubar pukul 18.00 WIB sesuai UU (justru) tetap bertahan hingga sampai dini hari, bahkan berkeinginan menduduki Gedung DPR,” kata Brlgaldo saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

Terkait pernyataan tersebut, Birgaldo mengatakan, Fahri dianggap melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan untuk Makar.

KOMENTAR