Mantap! Perkuat Peran Polri, 200 Perwira Dikirim ke LN Belajar Penanganan Cyber Crime

0

TERASBINTANG.com – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan bertekad untuk memperkuat peran Polri dalam melayani dan memberikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia. Untuk tujuan tersebut, pihaknya mengirim sebanyak 200 perwira untuk menempuh pendidikan di luar negeri, terutama di dalam penanganan kejahatan cyber crime.

“Tahun ini Polri mengirimkan 70 perwira terbaiknya untuk sekolah di berbagai disiplin ilmu, misalnya dalam bidang IT (informasi dan teknologi). Ini dilakukan karena ancaman ke depan, kejahatan cyber crime akan semakin banyak sehingga polisi harus siap mengantisi­pasi,” ujar Luhut.

Ditanya soal adanya peringa­tan yang dikeluarkan Australia terkait adanya kemungkinan teroris sedang siap-siap melan­carkan serangan di Indonesia, Luhut tidak mempermasalah­kannya. Menurut dia, itu adalah hal wajar.

“Jadi begini, travel advisory beda dengan travel warning. Sampai sekarang situasi masih terkendali,” kata Luhut.

Namun seandainya ada anca­man keamanan, Luhut yakin, hal tersebut bisa dideteksi oleh polisi. “Tapi tetap saja kita harus waspada. Dan informasi ini, tentunya mereka juga sampaikan kepada umum, sama seperti yang pernah kita sampaikan juga,” lanjut Luhut.

Terkait pengawasan penyalu­ran dana desa, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan, hal tersebut sudah menjadi salah satu yang menjadi tanggung jawab Kepolisiam.

“Selama ini Babinkamtibmas jadi ujung tombak Polri men­jangkau seluruh wilayah. Paling tidak, Babikamtibmas ikut mem­bantu pengawasan dan men­garahkan penggunaan dana desa agar tidak disalahgunakan,” katanya.

Sekadar info, dana desa merupakan dana yang bersum­ber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi desa, ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten. Dana tersebut ditransfer dari Kementerian Keuangan untuk digunakan untuk membiayai pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan ke­masyarakatan, dan pember­dayaan masyarakat. (fk)

KOMENTAR