Mantapkan Pegawai Baru, BPJS Kesehatan Gelar Latsar Bela Negara

0
TERASBINTANG.com – Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan kembali menggelar Latihan Dasar Bela Negara bagi calon pegawai BPJS Kesehatan Gelombang II 2016, di lapangan hijau Pusdikkes Kodiklat TNI Angkatan Darat (TNI AD). Senin (25/7) pagi. Acara ini dibuka langsung oleh Inspektur Upacara Direktur Hukum Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga (HAL) Bayu Wahyudi yang sekaligus bertindak sebagai Inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Bayu mengatakan, Pendidikan dan Pelatihan Dasar ini merupakan Diklat yang wajib diikuti oleh seluruh Duta BPJS Kesehatan se Indonesia sebagai syarat untuk menjadi Pegawai tetap di BPJS Kesehatan, sekaligus sebagai syarat untuk dapat mengikui program pendidikan penjenjangan pegawai di masa yang akan datang.
Pendidikan dan Pelatihan Dasar ini juga merupakan wadah pembentukan karakter Duta BPJS Kesehatan serta merupakan upaya untuk pendidikan warga negara yang responsif terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan melalui proses pelatihan dasar.
Selain itu, Bayu juga menyinggung tantangan utama yang dihadapi BPJS ke depan. Salah satunya adalah dalam hal layanan.
“Itu sebabnya, BPJS Kesehatan akan memprioritaskan tiga fokus utama dalam rencana kerja tahun ini. Pertama adalah sustainabilitas keuangan. Hal ini untuk menjamin keberlangsungan program JKN-KIS menuju cakupan semesta,” kata Bayu, di hadapan ratusan peserta Latsar yang juga calon pegawai BPJS Kesehatan, di lapangan hijau Pusdikkes Kodiklat TNI AD, Jakarta, Senin (25/7).
Salah satu upaya yang akan terus dilakukan adalah mengoptimalkan rekrutmen Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dan peningkatan pengawasan kepatuhan, serta peningkatan upaya collecting iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan penguatan investasi.
Kedua, lanjut Bayu, adalah pemantapan layanan. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kepuasan seluruh peserta. Salah satunya adalah memperluas dan meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan.
Fokus yang ketiga, kata Bayu, adalah optimalisasi revolusi mental, meliputi pembangunan integritas, etos kerja dan sosialisasi prinsip serta budaya bahwa dengan gotong royong semua akan terwujud.
Perlu diketahui, saat ini BPJS Kesehatan menjalani tahun ketiga pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dua tahun masa transisi yang diberikan oleh pemerintah, yaitu tahun 2014-2015 telah berhasil dilalui dengan baik meskipun di tengah tantangan dan hambatan yang cukup besar.
Diakhir sambutannya Direktur Umum dan SDM BPJS Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pusdikkes Kodiklat TNI Angkatan Darat yang telah bersedia bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk membina dan menempa para Duta BPJS Kesehatan terutama dalam sikap kedisiplinan, kemandirian, ketekunan dan solidaritas, sebagai modal dasar mereka untuk menjadi SDM yang produktif dan berprestasi. (wp)

KOMENTAR