Massa Aksi 55 Batal Long March

0
loading...

TERASBINTANG.com – Massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) batal menggelar aksi jalan kaki atau long march dari Masjid Istiqlal ke gedung Mahkamah Agung (MA) terkait dengan proses hukum kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jumat (5/5/2016) hari ini.

Aksi massa akan diisi dengan doa bersama yang difokuskan di masjid Istiqlal. Nantinya, 10 perwakilan atau delegasi massa akan dikirimkan untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan ke MA.

“Memutuskan GNPF-MUI tidak melakukan long march dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung. Tetapi, mengirimkan delegasi 10 orang  ke Mahkamah Agung,” ujar Ketua Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera, Kamis (4/5/2017) malam.

Kapitra mengatakan, perubahan format aksi unjuk rasa ini setelah adanya saran dan masukan dari kepolisian dan pihak lainnya. Di antaranya karena aksi long march tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan dan Gedung MA di Jalan Medan Merdeka Utara yang menjadi sasaran unjuk rasa massa terbilang sangat dekat dengan Istana Negara.

Menurut Kapitra, aksi massa kali ini hanya diisi dengan kegiatan pemanjatan doa atau bermunajat di komplek Masjid Istiqlal.

Dan setelah Salat Jumat, GNPF-MUI akan mengirimkan perwakilan delegasi sebanyak 10 orang ke Gedung MA untuk menyampaikan aspirasi. Delegasi tersebut tersebut di antaranya Kapitra Ampera selaku pimpinan delegasi, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, Ilmiah Zaini, dan Nasrullah.

Tuntutan atau aspirasi yang akan disampaikan kepada pihak MA di antaranya permintaan agar majelis hakim yang memimpin sidang Ahok bersikap independen dalam mengambil putusan atau vonis pada sidang 9 Mei mendatang.

Selanjutnya, delegasi tersebut akan kembali ke Masjid Istiqlal dan menyampaikan ke peserta aksi tentang hasil penyampaian aspirasi. “Setelah itu, mereka pulang,” jelasnya.

loading...