Mencengangkan! Uang Yang Disimpan di Luar Negeri Mencapai 11 Ribu Triliun

0
loading...

TERASBINTANG.com — Presiden Joko Widodo mengatakan uang Indonesia yang disimpan di luar negeri jumlahnya sangat besar mencapai 11 ribu triliun rupiah. Angka itu jauh lebih besar daripada ABPN yang hanya 2000 triliun.

“Kalau ada yang ngomong nggak percaya, saya buka datanya sekarang kalau diperbolehkan, karena tidak diperbolehkan. Yang tahu saya, Menkeu, Dirjen Pajak, itu aturan mainnya,” kata Presiden Jokowi dalam acara sosialisasi tax amnesty di Balikpapan, Senin (5/12/2016).

Jokowi mengungkapkan, program tax amnesty periode I baru sekitar Rp 143 triliun yang melakukan repatriasi. Angka itu masih terlalu kecil jika dibandingkan besaran dana yang disimpan di luar negeri. Otomatis pendapatan negara dari sektor pajak juga tidak sesuai dengan besarnya jumlah kekayaan.

“Yang repatriasi baru terakhir Rp 143 triliun, kecil banget, sangat kecil. Masih sangat kecil. Buat saya masih kurang, masih ada uang yang besar di luar,” kata Jokowi.

Pada 2018 akan momen dimana keterbukaan informasi keuangan di dunia. Yaitu keterbukaan pertukaran informasi antar negara di dunia. Presiden Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak mendustai negara.

“2018 semua negara akan tanda tangan untuk blak-blakan semua. Jadi sekarang ini saatnya kita untuk terbuka, tapi ada amnesti pajak yang bayar tebusannya masih murah sekali,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi lebih lanjut mengatakan, Indonesia hanya mengenakan denda sebesar 3 persen dalam program tax amnesty dari total pajak yang tertunggak. Angma itu jauh lebih kecil dibanding di negara lain yang mencapai 25-30 persen.

“Kita ini memang pemaaf kok,” kata Presiden Jokowi.

Selain Presiden Jokowi, sosialisasi tax amnesty di Balikpapan juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Sumarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anjung, Ketua OJK Mulaiman D Hadad dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

loading...