Mengerikan, Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari Juga Jadi Sasaran Hoax

0
loading...

TERASBINTANG.com — Masyarakat Indonesia belum dapat memanfaatkan sosial sosial media secara bijak. Sosmed yang seharusnya dijadikan sarana untuk bertukar informasi bermanfaat dan saling terhubung yang satu dengan yang lain, malah dibajak untuk membully dan menyebarkan informasi hoax.

Yang cukup mengkhawatirkan, informasi hoax yang diproduksi netizen menyasar hal-hal sensitif. Sebut saja isu hoax puluhan juta TKA asal China. Isu hoax tersebut mengkhawatirkan karena, jika masyarakat yang menerima informasi mentah-mentah, akan menggerus kebanggaan mereka kepada tanah air. Mereka akan menganggap pemerintah lebih pro asing daripada warganya sendiri.

Kabar hoax ternyata juga dialamatkan kepada pendiri NU Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Hal itu terungkap dalam acara kopdar netizen NU dengan tema ‘Membangun masyarakat Sosmed yang Edukatif dan Berakhlakul Karimah’ di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

“Sudah banyak pengguna medsos yang pakai gambar profil NU dan Hadrotusyaikh tapi isinya menyerang NU #KopdarNetizenNU,” kata Suhairi Misrawi di acara kopdar netizen NU.

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini meminta kader-kader NU aktif di sosmed menangkal isu-isu hoax kelompok radikal yang akan menggerus Islam moderat khas nusantara yang dirawat berpuluh-puluh tahun oleh NU dan ormas Islam lain.

“NU harus bangkit dan menguasai media sosial. Medsos yang santun dan beradab sbg sarana dakwah,” kata Helmy Faishal Zaini.

Kesimpulan acara tersebut, para aktivis NU akan aktif di sosial media supaya sosmed tidak lagi dibajak oleh kelompok-kelompok radikal yang mengancam Islam moderat, toleran dan cinta damai dan mengancam keutuhan NKRI.

Selain Suhairi Misrawi, hadir dalam acara kopdar netizen NU antara lain; Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Direktur NU Online dan Nutizen Savic Ali, Ulil Abshar Abdalla, Ienas Tsuroiya, Direktur Politicalwave Jose Rizal, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua LDNU KH Maman Imanulhaq, dan para aktivis lain.

loading...