Menguak Aktor Politik di Balik Demo 411

0
Ilustrasi

TERASBINTANG.com – Tak mudah mencari dan menemukan siapa aktor politik yang menyutradarai Demo Bela Islam II yang berlangsung pada 4 November kemarin. namun demikian, ada sejumlah indikasi yang meyakinkan kita tentang politik “tunggang-menunggangi ini.

Namun sebelum mesuk ke situ, mari kita lihat dulu apa sebenarnya tujuan sosok yang mendalangi demo massa 411. Secara umum ada dua hal yang dituju:

Pertama, tujuan politik jangka pendek, yakni mendegradasi integritas dan elektabilitas salah satu calon Gubernur DKI petahana.

Indikasi ini sangat jelas dan transparan. Pasalnya, yang massa inginkan bukanlah proses hukum tapi bagaimana polri langsung menangkap Ahok kasus penistaan agama. Loh, bagaimana bisa langsung main tangkap kalau proses hukum sedang berjalan?

Dari sini, kita tahu dengan jelas bahwa desakan proses hukum hanyalah modus dan sasaran antara saja. Yang menjadi tujuan mereka adalah menumbangkan Ahok sebelum pertarungan Pilgub. Apalagi, ormas kunci demo ini memang sudah punya track record buruk dalam demokrasi kita. Bahkan, ia pernah menggelar demo besar-besaran menolak Ahok dan menggelar Gubernur DKI Tandigan.

Kedua, mendelegitimasi Presiden yang sah. Salah satu indikasi dari tujuan ini adalah munculnya sejumlah wajah partai politik dalam demo. Bahkan ancaman penggulingan Presiden tanpa sembunyi-sembunyi lagi, melainkan dilakukan secara terbuka berupa teriakan-teriakan kasar tanpa keadaban.

Fahri Hamzah, Fadli Zon, Fahira Idris adalah sederet politikus yang turut mendomplang kekuatan massa.

Ketiga, munculnya sosok mantan di hadapan publik yang tiba-tiba curhat seolah-olah sedang menjadi korban tuduhan publik bahwa dirinya adalah aktor kunci demonstrasi. Padahal, saat itu, jangankan petir, hujan rintik pun tak ada. Seperti biasa, sosok ini tiba-tiba merasa prihatin dan merasa tertuduh.

Alhamdulillah, setelah curhat publik jadi semakin yakin di mana posisi Pak Mantan dalam demo.

 

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada aktor politik yang menunggangi aksi unjukrasa pada 4 November 2016 bukan asal ucap.

Anggota Komisi III DPR RI itu bahkan menyebut mengetahui sejumlah ciri-ciri para aktor politik itu, namun enggan untuk menyebutkan nama-namanya.

“Kita tahu ada aktor politik sebelum ada aksi, dan pada saat aksi. Sebelum ada aksi, kita tahu ada yang merasa dirinya tiba-tiba kena fitnah, lagu lama ya. Siapa pada saat pra-aksi, yang tiba-tiba menjadi korban fitnah, nggak ada angin nggak ada badai,” kata Masinton ketika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Masinton menambahkan ciri-ciri aktor politik itu juga terlihat saat mereka ikut dalam aksi demo itu. “Pada saat aksi, kita tahu siapa-siapa aktor politik yang berada di dalamnya dan cenderung memprovokasi,” ujar Masinton.

Bahkan Masinton menyesalkan adanya calon kepala daerah yang berorasi dengan ucapan-ucapannya yang sangat di luar batas.

“Ada peserta calon kepala daerah yang itu pidatonya, orasinya, sudah di luar kewajaran. Bahkan itu tidak menampakkan keadaban sesungguhnya,” tutur Masinton.

Dari yang telah disebutkan Masinton itu, ia menyimpulkan aktor-aktor politik itu memiliki dua tujuan atau sasaran yakni menjatuhkan elektabilitas petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan menganggu pemerintahan saat ini

.

“Tujuannya adalah untuk mendegradasi elektabilitas Pak Ahok. Kedua, mendelegitimasi pemerintahan yang sah, pemerintahan di bawah kepemimpinan Pak Jokowi-JK. Kami melihat aksi itu seperti itu,” tukasnya.

KOMENTAR

loading...