Menristek Sebut Pemicu Maraknya Radikalisme Adalah Banyaknya Sarjana “Nganggur”

0

TERASBINTANG.com –  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) M Nasir meminta agar tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi menjadi perhatian bersama. Sebab, kata dia, banyaknya sarjana nganggur ini adalah salah satu pemicu maraknya radikalisme di Indonesia.

Angkatan kerja di Indonesia yang lulusan pendidikan tinggi, kata dia, hanya sebesar 11,1 persen. Jumlah tersebut masih kalah dari Malaysia 22 persen dan Thailand 13 persen. Sementara angkatan kerja lulusan pendidikan menengah sebesar 26,6 persen.

“Kalau kita lihat pengangguran di pendidikan tinggi ini, ini yang harus diantisipasi mengapa itu memunculkan mereka akan masuk ke dalam kelompok itu (radikal), ini yang perlu kita perhatikan betul,” kata Nasir dalam seminar ‘Implementasi Revolusi Mental Melalui Pemahaman Nilai Nilai Bela Negara di Perguruan Tinggi untuk Mewujudkan Kader Intelektual Bela Negara’ di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016).

“Dalam kenyataannya yang muncul, mohon maaf, orang-orang yang berpikir radikalisme itu kalau kita identifikasi itu pasti akan termasuk kelompok itu,” imbuhnya.

Nasir mengaku punya pengalaman terkait banyaknya sarjana yang terseret dalam ormas radikal. Bahkan, kata dia, sewaktu dirinya menjabat Rektor Universitas Diponegoro (Undip) pernah mengumpulkan para mantan pengikut gerakan radikalisme.

“Mereka yang sudah sadar, pernah dikumpulkan di Universitas Diponegoro Semarang, mereka berpendapat ‘saya menjadi seperti ini karena saya tidak punya pekerjaan’. Ini yang harus kita atasi,” tutur Nasir. (SUM)

KOMENTAR