Menurut Kiai Said Kasus e-KTP Bukan Lagi Kategori Korupsi, Lalu Apa?

0
loading...

TERASBINTANG.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj angkat suara terkait banyaknya nama yang disebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Menurutnya, hal tersebut memalukan dan mengecewakan. Kiai Said menegaskan mendukung sepenuhnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan kasus tersebut.

“(Korupsi e-KTP) Sangat memalukan, sangat mengecewakan,” ucap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj seusai menghadiri peluncuran Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jumat (10/03/2017).

Dia mengatakan, uang yang dikorupsi merupakan uang rakyat. Uang tersebut digunakan untuk membangun managemen kewarganegaraan yang lebih canggih dan modern, yaitu Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). “Ternyata anggarannya di mark up, dan dibagi-bagi untuk bancakan,” tuturnya.

Menurutnya, jika benar uang yang dikorupsi dari proyek pengadaan e-KTP mencapai 49 persen, jumlah itu sudah sangat keterlaluan dan bukan lagi kategori korupsi.

“Sampai konon katanya, kalau benar sampai 49 persen, itu sudah keterlaluan. Triliunan itu bukan korupsi lagi, tapi maling, garong,” ujarnya Said Aqil.

“KPK saya dukung, menegakan hukum dalam memberantas korupsi,” pungkasnya.

loading...