“Yang Menyamakan Ada Atau Tidaknya kata ‘Pakai’, Silakan Gugat Pendidikan Bhs. Indonesia”

0

TERASBINTANG.com – Kontroversi seputar pernyataan Ahok yang mengutip Al Maidah 51 di Kepualaun Seribu masih terus berlanjut. Hari ini, kata “Pakai” jadi trending topic di Twitter menunjukkan betapa kontroversialnya kata itu. Pasalnya, penghilangan kata inilah yang menjadi pemicu kemarahan ormas Islam terhadap Ahok.

“Dibohongi pakai Al Maidah 51” diubah dan dipelintir menjadi “Dibohongi Al Maidah 51.” Makna dan substansinya menjadi berubah, bukan?

Pernyataan Munarman serta sejumlah oknum anti Ahok yang menganggap  ada atau tidaknya kata “pakai” sama saja menjadi salah satu pemicu kenapa kata “pakai” menjadi penting. Bahkan, hari ini, sebuah meme ancaman muncul dan beredar di berbagai lini masa sosial. Meme ini diduga dibuat oleh kawanan Anti Ahok. Sama seperti Munarman, meme ini menurutkan bahwa ada tidaknya kata “pakai” sama saja: “Ahok tetap menghina Islam” begitulah kira-kira pesan yang mau disampaikan.

Namun, meme ini disampaikan dengan nada ancaman pembacokan dengan menampilkan gambar parang: “Dibacok golok = Dibacok pakai golok”, mau coba yang mana?.

Dosen Psikologi Universitas Paramadina, Haris Herdiansyah, menyayangkan sebagian pihak yang menganggap kata “pakai” dalam konteks pernyataan Ahok tidaklah penting. Menurutnya, anggapan ada atau tidaknya kata “pakai” sama saja, adalah pola pikir yang sesat dan cenderung memojokkan bahasa Indonesia.

Pasalnya, kalimat berbahan dasar “pakai” adalah rumusan EYD yang harus dijaga dan dihargai.

“Kalo dengan kata “pakai” dan tanpa kata “pakai” dianggap SAMA, tolong protesnya bukan cuma terkait kasus sekarang aja. Itu rumusan EYD tolong dipugar, dituntut, diprotes, digugat juga. semua buku pendidikan bahasa indonesia tolong di protes dan digugat juga. Biar sekalian kalau niatnya mau meluruskan,” katanya. (za)

KOMENTAR