Meski Tak Percaya Hukum Indonesia, HTI Yakin Ahok Langgar Pasal 156a, Lha…!

0
loading...

TERASBINTANG.com – Meski Hizbuttahrir Indonesia (HTI) selama ini percaya bahwa negara ini adalah toghut, sesat-sesesat-sesatnya, namun khusus dalam menyikapi kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, HTI terus mengawal.

Saat berbincang dengan terasbintang.com, Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan bahwa akan terus memantau proses hukum Ahok yang sebentar lagi akan memasuki proses persidangan di PN Jakarta Utara.

Ia menegaskan bahwa Ahok sudah jelas-jelas melanggar pasal 156a dalam KUHP.

“Penyelesaiannya seperti apa juga sudah sangat jelas. Bahwa dia melanggar pasal 156a KUHP. Kemudiannya hukumannya seperti apa juga sudah sangat gamblang. Nah, karena itu kita lihat saja bagaimana proses hukum itu berjalan,” katanya.

Kalau ada upaya-upaya merekayasa kasus tersebut yang membuka ruang pembebasan Ahok, pihaknya tak akan segan-segan untuk melawan. Intinya, apa yang disebut adil, menurut Ismail Yusanto, adalah apabila Ahok dipenjara.

“Kalau kemudian ada ketidakadilan lagi dalam menangani kasus ini, ya pasti umat akan bereaksi lagi. Ini kan sudah ada kan ketidak-adilan. Ahok jadi tersangka tapi gak ditahan. Ini kan tidak adil namanya,” katanya.

Seperti diketahui, selama ini HTI merupakan salah satu ormas Islam yang menolak Indonesia sebagai negara demokratis. Ia menganggap demokrasi adalah produk budaya Eropa yang bertolak-belakang dengan hukum Allah. Buat HTI, tiada hukum yang dapat dibenarkan di muka bumi, kecuali hukum Allah. Seperti yang sering didengungkan Ismail Yusanto “Barangsiapa yang tidak berpegang pada hukum Allah, maka dia termasuk orang yang dzalim”.

Tapi, kenapa dalam kasus Ahok, Ismail Yusanto malah mengutip KUHP? Hanya beliau yang bisa menjawab. (za)

 

loading...