MUI Didesak Rumuskan Islam Ala Indonesia Supaya Tak Dibubarkan

0

TERASBINTANG.com — Islam ala Indonesia tentu saja berbeda dibanding Islam yang berkembang dari Timur Tengah atau negara- negara lain. Islam ala Indonesia nilai-nilainya disarikan dari Al- Quran dan al Hadist tapi tumbuh kembang beradaptasi dengan kebudayaan Lokal.

MUI sebagai organisasi keagamaan yang menaungi ormas-ormas Islam di Indonesia diminta merumuskan Islam ala Indonesia.

“Sampai saat ini saya belum melihat ada rumusan spesifik mengenai Islam ala Indonesia, MUI harusnya bisa merumuskan hal itu. Jangan kerjanya cuma memberi label halal dan mengeluarkan fatwa yang kadang-kadang kontraproduktif,” kata penulis sejumlah buku keagamaan, Mohammad Takdir.

Islam garis keras yang berseberangan dengan Pancasila, UUD 45 dan konstitusi, menurutnya, seharusnya tidak diberikan tempat berada di Indonesia. Bukan tidak toleran dan menghargai kebinekaan, tetapi ormas radikal mencederai dasar-dasar negara.

“Fungsi MUI harusnya mensortir ormas-ormas radikal yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pokok negara kita. Misal, jangan beri tempat ormas-ormas radikal yang nyata-nyata mau mengubah NKRI jadi negara Islam,” ujarnya.

Dia menilai MUI masih mengakomodir ormas-ormas radikal yang bertentangan dengan dasar-dasar konstitusi. “Ada ormas yang menganggap hormat bendera haram bahkan syirik, tapi masih diberi tempat oleh MUI.”

“Kalau MUI tidak bisa merumuskan Islam ala Indonesia, lebih baik dibubarkan saja karena MUI tidak berguna hanya habiskan anggaran negara,” kritiknya tajam.

KOMENTAR