Nah! Wiranto Akan “Garap” Ormas yang Lakukan Sweeping

0
loading...

 

TERASBINTANG.com –  Di beberapa kota, Front Pembela Islam (FPI) telah melakukan sosialiasi dan sweeping terkait fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 56  tahun 2016 tentang larangan muslim menggunakan atribut Natal.

Terkait hal ini, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tengah mempelajari aksi yang dilakukan FPI tersebut. Di samping itu, dalam menjalankan aksinya, FPI mendapat kawalan dari Kepolisian.

“Sedang kami garap suatu penelitian untuk mempelajari perkara ini karena seharusnya tidak boleh atas alasan apa pun,” ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di Istana Kepresidenan, Senin (19/12/2016).

Sebagaimana diketahui, FPI melakukan aksi sosialisasi dan sweeping terkait fatwa MUI di sejumlah pusat perbelanjaan, seperti di Surabaya pada Minggu (18/12/ 2016). Tujuannya, agar tidak ada muslim yang memakai atribut Natal saat bekerja. FPI didampingi 200 anggota polisi dari Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara), Pengendali Massa (Dalmas), dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jawa Timur. Padahal, massa FPI yang terlibat hanya puluhan.

Wiranto akan ada proses tersendiri bagi ormas-ormas yang ketahuan melakukan sweeping. Proses itu tentunya berdasarkan hukum karena sweeping tidak dibenarkan oleh hukum. Ia juga memberi sinyal bahwa akan ada rapat khusus terkait hal itu.

 

loading...