Ngotot Minta Ahok Ditahan, Ketua Umum FPI Dinilai Terlalu Lebay

0
loading...

TERASBINTANG.com — FPI tidak puas atas penetapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka oleh polisi. Meski kasus Ahok telah masuk pengadilan, FPI masih gencar memprovokasi umat Islam dalam ceramahnya supaya Ahok ditahan dan cenderung menyalahkan kepolisian.

Hal itu terlihat dari ceramah Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Shobri Lubis, ketika menghadiri Tabligh Akbar Bela Islam di Mesjid Raya Makassar, Minggu 18 Desember 2016.

Ahmad Shobri dalam ceramahnya ketika itu menyindir Polri yang belum menahan Ahok meski telah berstatus sebagai tersangka. Ahmad Shobari membandingkan kasus Ahok dengan penistaan agama yang menjerat Permadi Satrio Wiwoho, Lia Aminuddin (Lia Eden) dan Ahmad Tantowi yang katanya langsung ditahan.

“Polisi hebat yah, bisa nangkap malaikat dan tuhan,” sindir KH Ahmad Shobri Lubis.

Hendra dari Forum Kajian Strategis menanggapi pernyataan sekaligus sindiran FPI. Mendesak Ahok ditahan dan menyindir Polri dengan kata-kata hiperbolis seperti itu dinilai sangat tidak beralasan.

“Ceramah Ahmad Shobari itu terlalu lebay. Yang harus diketahui bahwa penahanan itu bukan kewajiban untuk orang yang telah berstatus tersangka. Ditahan atau tidaknya itu murni pertimbangan penyidik. Jika penahanan dianggap tidak diperlukan mengapa harus dipaksakan ditahan,” kata Hendea

Lebih lanjut Hendra mengatakan, fokus FPI Cs seharusnya bukan ditahan atau tidaknya. Akan tetapi bagaimana mengawal kasus Ahok di pengadilan.

“Saya ulangi, ceramah Amhad Shobari itu super lebay. Kata-katanya bahkan lebih lebay dari kalangan artis. Substansi masalahnya bukan pada ditahan atau tidak ditahan. FPI dan kawan-kawannya itu seharusnya fokus pada proses hukum di pengadilan yang sedang berjalan,” kata Hendra.

Dengan nada sindiran, dia mengatakan bahwa FPI seolah kehilangan topik ceramah dengan meminta Ahok ditahan sementara kasus dugaan penistaan agama Ahok sudah masuk pengadilan. “Sepertinya beliau kekurangan bahan ceramah dech,” pungkasnya.

loading...