Ngotot Penjarakan Ahok, MUI Dianggap Tidak Hormati Proses Hukum

0
loading...

TERASBINTANG.com — Proses hukum yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus penistaan agama telah masuk persidangan dan beberapa kali sidang dilaksanakan oleh Pengadilan Jakarat Utara.

Meski pengadilan sebagai lembaga yang akan memvonis seorang terdakwah bersalah atau tidak sedang bekerja, desakan sepihak dari kelompok-kelompok keagamaan masih sangat kuat. Bahkan lembaga selevel MUI melakukan desakan semacam itu.

Hal itu terlihat dari tersebarnya meme foto berlogo Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memuat kata-kata “BUKTIKAN1 INI NEGARA HUKUM BUKAN NEGARA AHOK.”

Pada tulisan bawah ukuran font lebih kecil, terdapat tulisan “KAMI KENYANG JANJI, HAUS BUKTI #PENJARAKANAHOK!”. “Tak Rela ! NEGARA HILANG WIBAWA GARA-GARA 1 ORANG PENISTA.”

Secara sepintas meme berlogo MUI tersebut seolah-olah mau menjadikan hukum sebagai panglima. Namun tujuan yang sebenarnya melakukan pemaksaan Ahok harus divonis bersalah dan wajib dijebloskan ke dalam penjara.

Langkah tersebut menuai kritikan. Henda dari Lembaga Kajian Strategis menyesalkan MUI masih melakukan pemaksaan kehendak sementara kasus Ahok telah masuk persidangan.

“Kalau di meme itu benar, MUI sudah sangat keterlaluan. Ini namanya pemaksaan kehendak dan tidak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan,” ujar Henda.

Dia berharap semua elemen masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Biarkan hakim memutuskan masalah ini secara profesional, jangan ada peradilan opini,” katanya.

loading...