Novel Baswedan Pastikan Tak Ada Ancaman Penyidik ke Saksi Kasus E-KTP

0
loading...

TERASBINTANG — Penyidik KPK Novel Baswedan membantah pernyataan saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (KTP-E) Miryam S Haryani yang mengaku diancam oleh penyidik saat membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Novel memastikan, tak ada ancaman dalam bentuk apapaun terhadap saksi. Menurutnya, semua penyidik sudah bertindak sesuai prosedur.

“Pada dasarnya penyidik siap, dikonfirmasi kita siap. Kami penyidik bekerja dengan baik, dengan benar. Kita akan terus menjelaskan,” kata Novel di gedung pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (27/3).

Seharusnya hari ini Novel beserta dua penyidik KPK lain yaitu Ambarita Damanik dan M Irwan Santoso akan dikonfrontasi dengan Miryam dalam sidang.

Ketiganya dihadirkan karena dalam sidang pada 22 Maret 2017 lalu, Miryam mengaku ditekan oleh penyidik KPK saat diperiksa di tahap penyidikan.

“BAP (Berita Acara Pemeriksaan) isinya tidak benar semua karena saya diancam sama penyidik tiga orang, diancam pakai kata-kata. Jadi waktu itu dipanggil tiga orang penyidik. Satu namaya Pak Novel, Pak Damanik, satunya saya lupa. Baru duduk sudah ngomong ibu tahun 2010 mestinya saya sudah tangkap, kata Pak Novel begitu. Saya takut. Saya ditekan, tertekan sekali waktu saya diperiksa,” kata Maryam. (SUM)

loading...