Oh! Ternyata Ini Tujuan Busuk Kaum Salawi Desak Ahok Segera Ditahan

0

TERASBINTANG.com – Kaum Salawi (Salah Jokowi) adalah sekumpulan orang-orang bersumbu pendek yang setiap melihat kasus apapun di negeri ini, selalu saja menyalahkan Presiden Jokowi dan Ahok. Kelompok orang-orang ini bisa melakukan apa saja selama berkaitan dengan agenda merendahkan Presiden Jokowi.

Hari ini, kita melihat hingar-bingar politik kian tak menentu. Salah satu pemicunya adalah kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Meski Ahok sudah jadi tersangka dalam kasus tersebut, namun masih saja ada sebagian orang yang bernafsu menggelar demo pada 25 November mendatang. Nah, orang-orang yang tergabung dalam barisan ini, bisa jadi adalah kumpulan kaum Salawi.

Kaum Salawi biasanya tak segan-segan menuduh Jokowi keturunan PKI sekaligus China, terkadang disebut antek Syiah dan kapitalis. Kita kadang bingung dengan segala macam tuduhan itu. Bagaimana mungkin Jokowi disebut antek komunis sekaligus kapitalis? Tapi, namanya juga kaum sumbu pendek, memang begitulah nyatanya.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kepolisian RI agar hati-hati kepada kelompok seperti ini. Mereka, kata Neta S. Pane, sengaja menjadikan kasus Ahok sebagai alasan. Target besar dan tentu saja busuk adalah agenda untuk menjatuhkan Presiden yang sah. “Polri jangan sampai kecolongan mencermatinya,” katanya.

Kode-kodenya sangat jelas, kata Neta. Salah satunya adalah munculnya desakan agar Polri segera menahan Ahok. Desakan ini sengaja dihembuskan untuk untuk kembali memicu kemarahan kaum ekstrimis Islam agar turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar dari aksi 4 November 2016.

“Isu itu (desakan agar Ahok ditahan, Red) hanya sasaran antara. Tujuan sesungguhnya adalah ingin melakukan makar dan menjatuhkan pemerintahan Jokowi, termasuk dengan membawa isu khilafah,” kata Neta.

Menurutnya, setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka, publik seharusnya memberi kesempatan kepada Polri untuk bekerja cepat menuntaskan berita acara pemeriksaan (BAP) kasus Ahok agar bisa dilimpahkan ke Kejaksaan, lalu disidangkan di pengadilan.

Pada kesempatan itu, Neta juga berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kalangan ulama untuk menjelaskan bahwa Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus Ahok. Kapolri juga bisa menyampaikan bahwa pihaknya akan secepatnya melimpahkan BAP ke Kejaksaan. (za)

KOMENTAR