Panglima: Tak Mungkin Ambil Alih, TNI Hanya Bantu Polri Tangkap Teroris

0
loading...

TERASBINTANG.com –  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menepis spekulasi bahwa TNI akan mengambil alih penangkapan gerbong teroris Poso, Santoso.

Saat ini Pihak Kepolisian di Poso Sulawesi Tengah telah memulai operasi Tinombala 2016 untuk menggantikan operasi Camar Maleo 4 yang telah berakhir 9 Januari 2016. Operasi itu memburu Santoso hingga pegunangan dan hutan dan dipimpin Polda.

Dalam penangkapan teroris, kata Gatot, TNI tidak mungkin ambil alih. Sebab TNI hanya membantu Polri.

“Tidak mungkin (TNI ambil alih). Tetap di Polri saja,” kata Gatot saat ditemui di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2015) siang.

Menurut Gatot, TNI hanya membantu dan memberikan masukan kepada Polri. Tapi komando penangkapan tetap berada di bawah kendali Polri.

“TNI-Polri melakukan operasi bersama-sama dengan asas tujuan, menangkap Santoso cs. Kita beri masukan, kalau belum berhasil, kita evaluasi sama-sama,” jelasnya.

Tak dapat dibenarkan bila TNI mengambil alih. Sebab kondisi saat ini di Poso adalah tertib sipil, bukan darurat militer di mana kendali keamanan berada di tangan TNI.

“Kalau tertib sipil, polisi itu tangan kanannya Presiden, TNI tangan kirinya. Tapi kalau dalam kondisi darurat militer, baru TNI jadi tangan kanannya, polisi tangan kiri,” pungkasnya. (SUM)

loading...