Patriot Garuda Nusantara: Munarman dan Rizieq Syihab harus Jaga Mulut!

0
loading...

TERASBINTANG.com – Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) menurunkan massa mengawal pemeriksaan Jubir FPI Munarman, di Polda Bali, Senin, (30/1/2017). Dalam orasinya, penasihat Patriot Garuda Nusantara Gus Yadi meminta supaya duo pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Munarman dan Rizieq Syihab untuk menjaga ucapannya.

“Jaga mulutnya. Kami siap berhadapan dengan FPI. Nyawa saya untuk NKRI dan Pancasila,” katanya, Senin, 30 Januari 2017.

Munarman dilaporkan ke Polda Bali, pada, Senin, 16 Januari 2017. Dia dilaporkan terkait ucapannya di video dalam YouTube yang berdurasi 1:24:19 pada 16 Juni 2016. Di dalam video yang berjudul ‘Heboh FPI Sidak Kompas’ Munarman membuat tuduhan sepihak bahwa di Bali pecalang (petugas keamanan adat di Bali) melempari rumah penduduk dan melarang umat Islam salat Jumat. Munarman dalam video itu berbicara tanpa memberikan bukti data yang valid. Juru bicara FPI itu diduga melanggar pasal 28 ayat (2), juncto pasal 45 a ayat (2) UU nomer 19 tahun 2016.

Saat pemeriksaan Munarman, massa ormas mulai mendatangi Polda Bali pada pukul 13.10 Wita. Mereka di antaranya dari Patriot Garuda Nusantara (PGN), Perguruan Sandhi Murti, Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Banser.

Mereka yang awalnya berorasi di depan Gedung Direktorat Reskrimsus. Pada pukul 13.50 Wita nekat merangsek ke halaman. Barisan massa unjuk rasa dihadang aparat kepolisian tepat di depan pintu masuk gedung.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja mengatakan Munarman dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik. “Kemungkinan pertanyaan masih bisa mengembang. Munarman dimintai keterangan sebagai saksi,” ujarnya. Hingga berita diturunkan, Munarman masih diperiksa.

Saat pemeriksaan pihak kepolisian melakukan penjagaan ketat, sehingga awak media tidak bisa memasuki gedung Direktorat Reskrimsus. Hengky menjelaskan bahwa penjagaan ketat itu sebagai antisipasi keamanan. “Ini hanya mengantisipasi supaya tidak menarik perhatian. Tidak ada yang spesial,” tuturnya.

loading...