PBNU: Ini Bukan Soal Pilgub DKI Lagi, Tapi Radikalisme Agama Menemukan Momentumnya

0

TERASBINTANG.com – “Sekarang keadaan dan isu semakin liar tak terkontrol, bukan lagi soal politik Pilgub DKI, tapi lebih besar dan rumit lagi, RADIKALISME AGAMA menemukan momentumnya,” demikian petikan pidato yang disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj.

Pidato ini disampaikan untuk menyikapi rencara besar sebagian umat Islam yang mau turun jalan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menolak Gubernur DKI Jalarta Basuki Tjahaja Purnama dengan modus “Demo Bela Islam”.

Beliau dengan tegas melarang warga NU, GP Anshor, mahasiswa NU, PMII untuk turun jalan, ikutan aksi ini.

Menurut Kiai Said, kaum nahdliyin boleh pecah soal dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Biarlah hukum yang menyelesaikan kasus Ahok dan lawannya itu.

“Tapi, kita tidak boleh lengah sedikitpun dgn susupan-susupan kaum radikal, titipan-titipan isu yang membahayakan NKRI, stabilitas nasional dan toleransi antar umat beragama,” katanya.

Target utama mereka, katanya, bukan Ahok, terlalu kecil, Ahok hanya entry point, target mereka adalah menghancurkan Islam moderat di Indonesia, Islam yg ramah diganti dengan Islam yang penuh kebencian seperti yang meluluhlantakkan negara-negara Timur Tengah. Hawanya cukup terasa, semua isu keagamaan dan politik akhir-akhir ini rawan sekali ditunggangi. “Jangan mudah termakan isu apalagi mudah marah sesama Muslim.”

“Mari saling mengingatkan utk sesama, meski resiko dibully.
Jangan sedikitpun takut dibenci, takutlah melihat saudara-saudara kita yang awalnya ramah. (wa)

KOMENTAR