Pemda Diminta Antisipasi Menguatnya Kelompok Fundamentalis Berbasis Agama

0
loading...

TERASBINTANG.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) mewaspadi dan mengatisipasi aktivitas kelompok fundamentalis berbasis agama. Dalam menangkal aktivitas kelompok tersebut, Forkominda diminta untuk berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri.

Tjhajo mengatakan, meningkatnya aktivitas kelompok fundamentalis berbasis agama yang ingin mengubah ideologi negara menjadi tantangan dinamika politik nasional saat ini. Mereka menjadi salah satu faktor penyebab konflik sosial di tengah masyarakat.

“Forkominda dari pusat sampai kecamatan yang harus berkoordinasi dengan baik. Waspadai dan tangkal,” ujar Tjahjo saat berbicara dalam Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2017 Kementerian Dalam Negeri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).

Menurut Tjahjo, penanganan konflik sosial harus bersinergi, terpadu, dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat sampai daerah. Sebab itu, Kemendagri membentuk Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Dan untuk mengukur keberhasilan dari pelaksanaan penanganan konflik, kata Tjahjo, dilakukan mekanisme pelaporan, monitoring dan evaluasi secara berjenjang di setiap tingkat pemerintahan terhadap target keberhasilan Rencana Aksi Penanganan Konflik Sosial.

“Dalam konteks penanganan sosial sudah ada payung hukumnya, sehingga akan cepat tertangani dengan baik. Kuncinya koordinasi dan deteksi dini,” kata Tjahjo.

loading...