Pendiri dan Dua Wakil DPD Hanura Pilih Keluar Partai Ketimbang Dukung Ahok, Ini Alasannya

0

TERASBINTANG.com – Dukungan partai Hanura terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata tidak didukung penuh kadernya di bawah. Sebaliknya, dua orang Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta menyatakan keluar dari partai sesaat setelah partai besutan Wiranto itu  mendeklarasikan dukungannya kepada Ahok.

Dua orang wakil DPD yang juga salah satu pendiri itu mengaku kecewa dengan sikap partainya itu. Pasalnya, Ahok yang didukung dinilai tidak sesuai dengan visi partai yang menekankan hati nurani.

Mereka adalah Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Hanura Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.

“Kami akan memberikan surat kepada Ketua Umum Hanura Wiranto dan kepada Ketua Partai Hanura DKI Ongen Sangaji mengenai surat pengunduran diri kami hari ini,”kata Rahmat di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Minggu (27/3/2016) kemarin.

Rahmat mengaku tidak rela mendukung Ahok. Dari pada memberikan dukungannya kepada Ahok, kata dia, lebih baik keluar dari partai.

Menurutnya, keputusan partai sudah melenceng dari tujuan awal. Sebab, kata dia, seharusnya partai mendukung calon yang punya hati nurani. Bukan calon seperti Ahok yang arogan.

“Karena Ahok ini bukan orang yang menurut kami punya hari nurani, khususnya dengan kebijakannya menggusur rakyat kecil, menggusur PKL, dan warga Kampung Pulo, misalnya,” ujarnya.

Senada, Bustami justru menyebut bahwa  deklarasi dukungan kepad Ahok  inkonstitusional karena tidak melalui mekanisme yang tepat di dalam partai.

“Ada pemaksaan dari DPP dalam hal ini Pak Wiranto terhadap tata kelola organisasi,” tuturnya. (SUM)

KOMENTAR