Pengamat: Kepentingan Pribadi Motif Hak Angket KPK

0
loading...

TERASBINTANG – Ada kepentingan personal di dalan Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diajukan oleh sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Salah satu indikatornya adalah motif pengajuan angket yang disebutkan karena beberapa nama anggota Komisi III DPR RI disebut diduga menekan salah satu saksi kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Demikian dikatakan pengamat hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar dalam diskusi dengan tema “Meriam DPR untuk KPK” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5).

“Maka saya rasa ada conflict of interest. Angket kan bagian dari pengawasan tapi saya rasa ada kepentingan-kepentingan personal atau kelompok orang yang mungkin punya kasus dengan KPK,” kata dia.

Menurut Fickar, dengan disahkannya Hak Angket KPK oleh Fahri Hamzah selaku pimpinan sidang meski ada sejumlah anggota DPR yang melakukan walk out, makin menujukkan bahwa mereka sangat ngotot karena ada motif pribadi.

“Itu jelas menyalahi aturan yang seharusnya lewat proses musyawarah,” jelasnya. (SUM)

loading...