Pengunduran Diri Patrialis Dinilai Semakin Menegaskan Sangkaan Suap

0
loading...

TERASBINTANG.com – Pengunduran diri hakim konstitusi Patrialis Akbar dinilai semakin menegaskan sangkaan suap terhadap dirinya oleh KPK. Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu. Usai diperiksa KPK, Patrialis memang bersumpah tidak menerima uang sepeser pun, bahkan dia menyebut dirinya sedang didzolimi.

“Publik dapat memaknai surat pengunduran diri Patrialis Akbar menyiratkan bahwa beliau mengenyampingkan bantahan dan pembelaan atas diri sendiri sebelumnya ketika terkena OTT oleh KPK,” kata Masinton, Selasa (31/1/2017).

Namun di sisi lain, Masinton juga menilai wajar pengunduran diri Patrialis setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap. Apalagi, suap tersebut terkait dengan putusan uji materi.

Masinton mengatakan, Patrialis telah melanggar prinsip dan kode etik perilaku hakim meski belum ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap. Pasalnya, sebagai hakim konstitusi Patrialis diduga telah membocorkan draft putusan MK No 129 terkait putusan uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan.

“Padahal draf putusan MK No 129 ini belum secara resmi dibacakan dan diumumkan oleh MK, namun draf ini justru diserahkan ke makelar, karena inilah yang ingin dipengaruhi dalam indikasi suap tersebut,” kata dia.

Selain itu, politikus PDI Perjuangan ini ini berharap KPK dapat mengembangkan kasus dugaan suap ini bila ada indikasi keterlibatan pihak lain.

“Apakah Patrialis Akbar bermain sendiri atau tidak. Karena untuk memutuskan soal uji materi harus melalui keputusan sembilan hakim lainnya,” ujarnya.

loading...