Penyebar Isu Rush Money Hoax Terancam UU ITE

0

TERASBINTANG.com — Terdapat ajakan di media sosial agar masyarakat menarik uang secara besar-besaran dari bank pada 25 November 2016. Entah apa motif di balik himbauan melakukan rush money. Tapi kemungkinan disebar oleh pihak yang ingin mengacaukan ekonomi Indonesia.

Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan, aparat kepolisian harus melacak, menangkap orang yang menyebar isu tak bertanggung jawab tersebut.

“Saya minta benar aparat kepolisian untuk menyelidiki dan cepat dicarikan dan siapa yang bersangkutan itu. Menurut saya itu tindakan kriminal. Itu juga tidak baik dan tindakan tidak terpuji untuk negara ini,” kata Ade Komarudin.

Politisi alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai, rush money termasuk perbuatan tidak terpuji meresahkan masyarakat. Kerugian lainnya, rush money merugikan perekonomian nasional.

“Ini membuat keresahan di bidang ekonomi dan buat bangsa ini menjadi tidak stabil terutama di bidang ekonomi sangat membahayakan. Itu adalah tindakan kiriminal, tindakan tidak terpuji dan dilakukan oleh orang menurut saya yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ade.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan rush money isu hoax disebar oleh pihak tak bertanggung jawab. Dia meminta masyarakat mengabaikan ajakan bernuansa kebencian kepada pemerintah tersebut.

“Informasi itu hoax dan jangan diikuti. Percaya kepada kami, keamanan dijamin oleh kepolisian. Jadi uang tabungan tidak perlu ada ajakan-ajakan rush money, tidak perlu diikuti,” ujarnya.

Aparat kepolisian sedang melakukan pengejaran siapa penyebar isu murahan rush money ini. Pelaku terancam terjerat sanksi pidana penyalahgunaan transaksi elektronik, UU ITE.

“Pengusutannya masih berjalan. Mereka-mereka yang menebarkan isu-isu hoax ini pasti satu per satu nanti akan diungkap siapa tersangkanya, pidananya,” kata Boy Rafli Amar.

KOMENTAR

loading...