Perkuat Maritim Security, Imparsial Minta Panglima TNI Diganti

0
loading...

TERASBINTANG.com – Direktur Imparsial, Al Araf meminta Presiden Joko Widodo untuk mengganti Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo. Pasalnya, pergantian tersebut diperlukan agar agenda maritim security sebagai fokus presiden Jokowi terwujud.

“Pergantian panglima itu harus dilakukan. Hal yang paling penting itu adalah untuk memanifestasi agenda maritim security yang memang jadi fokus utama pemerintah terutama Presiden,” kata Al Araf di Gedung Imparsial, Jakarta Selatan, Selasa (2/5).

Menurut Al Araf, kepemimpinan Gatot, TNI tidak mengalami perkembangan, terutama di bidang keamanan maritim. Bahkan Gatot justru fokus melakukan pembangunan di sektor pertahanan darat. “Ini terbukti dengan dia yang justru membangun dua Komando Daerah Militer (Kodam) selama kepemimpinannya,” kata Araf.

Lanjut Al Araf, pergantian rotasi ini sudah waktunya dilakukan, karena pada pertengahan tahun ini Gatot memasuki masa pensiun. “Jadi tidak masalah,” kata Araf.

Gatot menjabat sebagai panglima TNI sejak 8 Juli 2015, dan akan memasuki masa pensiun tahun 2018.

Kabar tentang rencana penggantian Gatot pernah berembus pada 2016. Namun, Presiden Joko Widodo membantah kabar penggantian Panglima. Ketika itu, beredar kabar di media sosial bahwa Presiden Jokowi telah menyiapkan nama pengganti Gatot, yakni mantan Sekretaris Militer (Sesmil) Marsekal Madya Hadi Tjahjanto.

“Saya sampaikan dan tegaskan bahwa tidak ada yang namanya penggantian Panglima TNI,” kata Jokowi, November 2016.

Kabar pergantian Panglima TNI, kata Jokowi, hanya untuk memanas-manasi situasi.

loading...