Pertemuan Kapolri dan MUI Bahas Ormas Sweeping Patut Diapresiasi

0
loading...

TERASBINTANG.com – Pengamat Indonesia Democracy Network (IDN) Amir Wata menilai, pertemua Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin untuk membahas aksi sweeping ormas islam anarkis tentang penggunaan atribut natal, patut diapresiasi. pertemuan tersebut penting dilakukan untuk meminimalisir gerakan ormas yang suka main hakim sendiri.

“Saya rasa ini cukup bagus ya. Kita apresiasi sikap Polri yang menemui ulama dulu sebelum menindak tegas ormas yang melakukan aksi sweeping. Hari ini kan orang bisa macam-macam isunya, kalo pelaku sweeping ditangkap dibilang anti Islam, gak ditangkap dibilang takut sama ormas radikal. Nah, pertemuan ini saya rasa penting dan perlu diapresiasi,” kata Amir dalam keterangannya kepada terasbitang.com.

Ia juga mengecam aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas Islam. Bagaimanapun, kata Amir, sweeping yang dilakukan bukan oleh aparat yang berwenang, tidak dapat dibenarkan.

“Ini gak bisa dibenarkan apapun alasannya. Mau pakai agama atau apapun gak bisa. Ini aksi gak bener. Pegangan kita dalam berbangsa dan bernegara itu adalah hukum positif, bukan yang lain-lain,” katanya.

Dalam pertemuan antara Kaolri dan Ma’ruf, ada sejumlah kesepakatan yang dibangun. Pertama, MUI tidak membenarkan sosialisasi fatwa menggunakan tindakan inkonstitusional seperti sweeping.

Kedua, Polri akan membantu MUI mensosialisasikan fatwa itu secara persuasif. Menurut Tito, pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap elemen masyarakat yang melakukan sweeping atas dasar fatwa MUI.

Selain itu, perlu ada koordinasi di antara para pemangku kepentingan terkait sosialisasi fatwa itu dengan melibatkan TNI dan Polri.  Sehingga paham dan melakukan langkah preventif,” tambah Tito.

loading...