Pesan Berantai Polisi Minta Karangan Bunga Dikirim ke Mabes Polri Hoax

0
loading...

TERASBINTANG.com – Beberapa hari terakhir beredar broadcast atau pesan berantai melalui aplikasi Whatsapp yang menyebutkan Direktur Kemananan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana meminta masyarakat untuk mengirim bunga ke kantor polisi dan Mabes Polri sebelum tanggal 9 Mei.

Isi pesan dalam karangan bunga tersebut antara lain ‘NKRI Harga Mati, Amalkan Pancasila sampai Bhinneka Tunggal Ika’. Si pembuat pesan juga mengaitkan isi tulisan dalam karangan bunga dengan Gubernur DKI Basuki T Purnama.

Chryshnanda Dwilaksana yang namanya disebut dalam broadcast itu, membantah telah membuat broadcast itu. Dia memastikan pesan itu hoax. “Hoax itu,” kata Chryshnanda Dwilaksana, Kamis (4/5/2017).

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto juga mengatakan broadcast whatsapp pengiriman karangan bunga ke Mabes Polri dan seluruh Polda tidak benar. Menurutnya, masyarakat mengirim karangan bunga tanpa paksaan oleh siapapun.

“Saya mendengar itu tapi bisa saja orang mengatakan apa, tapi faktanya menyuruh orang tidak mau bisa juga orang tidak mengirim. Tapi faktanya masyarakat masih mempunyai nasionalisme, masih menginginkan NKRI. Suatu bentuk menyuarakan dengan mengirim bunga,” kata dia.

Diketahui, Mabes Polri dibanjiri kiriman karangan bunga dari masyarakat sejak Selasa (2/5/2017) lalu. Karangan bunga tersebut berisi tulisan yang mendukung Polri menjaga NKRI. Hingga saat ini sudah ada 1.101 papan bunga dan diperkirakan akan terus bertambah.

Polri pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan motor saat mengantar karangan bunga. Sebab, dapat mengganggu pengguna jalan lain.

“Saya mengingatkan ke masyarakat yang kirim kami harapkan kirimkanlah menggunakan mobil pick up jangan pakai motor karena menggangu pengguna jalan yang lain,” tutup Irjen Setyo.

loading...