Pesan Moral PBNU Terkait Aksi Demo “Bela Islam II” 4 November Besok

0

TERASBINTANG.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pesan moral terkait rencana Aksi Demonstrasi Bela Islam II untuk menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI Jakarta. Mereka juga menuntut polisi memproses hukum Ahok karena dianggap menistakan agama.

Massa rencananya akan bergerak usai salat Jumat dari Masjid Istiqlal menuju ke depan Istana Negara. Aksi ini disebut akan melibakan berbagai organisasi keislaman dengan massa yang lebih besar dari demo sebelumnya.

Pesan Moral ini dibuat hari ini, Jumat (28/10) dan ditandatangani oleh Rais Aam PBNU DR. KH Ma’ruf Amin, Katib Aam KH Yahya C Tsaquf, Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, dan Sekretaris jenderal DR HA. Helmy Faishal Zaini.

Pesan Moral ini dikeluarkan agar Aksi Bela Islam II tidak kontraproduktif dengan perjuangan Indonesia menjadi negara majemuk, saling menghargai, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan menjaga persatuan dan kesatuan, demi keutuhan NKRI.

Menurut PBNU, Indonesia beruntung punya dasar negara yang menyatukan semua elemin masyarakat, yakni Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika mampu meletakkan posisi agama dan negara dalam konteks yang proporsional dan ideal.

Tidak Begitu yang terjadi di negara-negara teluk yang mencampur-adukkan urusan negara dan agama. Menurut PBNU, Negara seperti Irak, Afganistan, Suriah, Yaman, dan lainnya memasuki babakan baru yakni sebagai Filed-State. Mereka keliru menerapkan hubungan agama dan negara. Akibatnya, kekacaubalauan.

Itu sebabnya, mencermati perkembangan dan situasi politik terkini, PBNU mengeluarkan penegasan moral, antara lain:

  1. Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pererat tali silaturrahim antar komponen masyarakat. Berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman damai, adil dan makmur. Jaga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah, agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan (Wa’tashomu bihablillahi jami’an wala tafarroqu).
  2. Kepada seluruh pengurus NU, dan warga NU untuk secara proaktif turut menenangkan situasi, mejaga agara suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jam’iyyah NU.
  3. menghimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku, agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.
  4. Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU menghimbau agar tetap menjaga akhlaqul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.
  5. Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa semoga Indonesia selalau diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

Demikian lima pesan moral PBNU untuk umat Islam Indonesia, khususnya di Jakarta. PBNU berharap pesan ini dapat menjadi pedoman moral bagi seluruh umat Islam dalam menjaga keutusan NKRI. (wa)

 

KOMENTAR