Petani Kendeng Aksi di Monas, Polisi Pakai Pendekatan Humanis

0
loading...

TERASBINTANG – Belasan petani asal Kendeng, Jawa Tengah, melakukan aksi pasung kaki menggunakan semen di depan pintu Monas. Aksi itu sebagai bentuk protes atas pembangunan pabrik semen di wilayah mereka. Mereka nekat menyemen kaki sebagai bentuk protes.

Menghadapi aksi para petani itu, polisi memakai pendekatan humanis.  Kapolres Jakarta Pusat Kombes Dwiyono menemui mereka, dan mengajaknya untuk berdialog.

“Iya, itu bagaimana kita memberikan pengamanan, bagaimana kita humanis dan berempati,” kata Dwiyono di Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, (13/3/17).

Dwiyono paham atas aspirasi yang mereka suarakan. Karena itu, saat tiba di lokasi, ia langsung menyalami satu persatu pendemo. Setelah itu ia mendengarkan curhat seorang petani.

“Sebenarnya ini gimana pak, ini kami kan sudah menang di MA (Mahkamah Agung), tapi kok izinnya belum dicabut, sebenarnya tambang semen itu untuk siapa pak?” ujar Sukinah, Petani palawija.

Dwiyono menuturkan pihaknya hanya melakukan pengamanan terhadap aksi petani tersebut. “Kami di sini hanya melakukan pengamanan, jadi tidak bisa menjawab hal seperti itu,” jawabnya.

Dwiyono mengatakan sampai saat ini pendemo kooperatif. Polisi juga akan mengawal para petani ketika pulang nanti.  “Nanti mereka akan dikawal, masalahnya karena menggunakan mobil bak terbuka,” katanya. (SU)

loading...