Polisi Pastikan Proses Hukum Pelecehan Oleh Habib Rizieq dan Sri Bintang Pamungkas Berjalan

0

TERASBINTANG.com — Bareskrim Polri fokus menyelesaikan berkas perkara Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal kasus dugaan penistaan agama. Apabila berkas perkara mantan Bupati Belitung Timur itu telah rampung, akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Tak hanya mengurusi kasus Ahok, polisi juga menangani kasus pelecehan oleh Habib Rizieq Syihab dan Sri Bintang Pamungkas.

“Proses hukum terhadap Habib Rizieq dan Sri Bintang masih terus berjalan,” kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Seperti kita tahu bersama, Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq Syihab ke polisi atas kasus pelecehan Pancasila waktu tablig akbar FPI di Jawa Barat. Video Habib Rizieq yang diduga melecehkan Pancasilan beredar di YouTube sejak dua tahun lalu dan sempat diposting lagi di Youtube beberapa waktu lalu.

Polisi juga melakukan hal yang sama terkait kasus Sri Bintang Pamungkas yang dilaporkan atas kasus dugaan pelecehan ras, etnis dan penghasutan, untuk menjatuhkan pemerintah yang sah.

Bareskrim Polri melimpahkan kasus Habib Rizieq ke Polda Jabar. Sedangkan kasus Sri Bintang Pamungkas ditangani oleh Polda Metro Jaya.

“Orasi Sri Bintang yang hanya di bawah kolong fly over Kalijodo, itu (ibaratnya) ditangani Polsek dan Polres bisa dan mampu itu. hanya menangani berkas penodaan agama,” katanya. 

Bareskrim Polri mengambil alih kasus Ahok, kata Komjen Ari Dono Sukmanto, tidak ada pengistimewaan. Kasusnya tidak ditangani Polda Metro Jaya supaya independensinya lebih terjaga. Karena sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok adalah anggota muspida bersama kapolda dan pangdam.

“Makanya kasus itu tetap ditangani Bareskrim. Hal yang sama juga dilakukan dalam kasus-kasus lain, di mana jika terlapornya gubernur, pasti ditarik ke Bareskrim. Kalau terlapornya bupati/wali kota, pasti ditarik ke Polda, begitu seterusnya,” ujarnya.

KOMENTAR