Polisi Periksa Syahbandar Gilimanuk Terkait Tenggelamnya KMP Rafelia II

0

TERASBINTANG.com – Hari ini, Senin (7/3), Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama menegaskan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat panggilan ke Syahbandar Gilimanuk terkait kasus tenggelamnya KMP Rafelia II di Selat Bali, dengan korban meninggal lima orang. Selain Syahbandar, ada juga beberapa pihak terkait yang akan diminta keterangannya guna mengungkap ada tidaknya indikasi pidana dalam insiden tersebut.

“Kasat Serse sudah ke Gilimanuk melayangkan surat panggilan ke Syahbandar. Besok (hari ini -red), akan diperiksa di Polres,” kata Bastoni di kantor ASDP Ketapang, Minggu (6/3).

Tak hanya itu, pemeriksaan polisi juga akan menyasar ke sejumlah pihak. Salah satunya adalah pengelola ASDP dan perusahaan kapal, termasuk para ABK. Sejauh ini kata dia, sudah ada 5 ABK yang diminta keterangan di mako Satpolair. Termasuk sejumlah penumpang selamat. “Tapi, seluruhnya masih sebatas saksi,” tegasnya.

Dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan sejumlah alat pendukung dari dalam bangkai kapal milik PT. Dharma Bahari Utama tersebut. Mulai CCTV, pelampung dan alat komunikasi radio.

Terkait jumlah pasti penumpang yang amburadul kata Kapolres menjadi salah satu bahan penyelidikan. Karena itu, pihaknya juga terus mencari keberadaan nahkoda kapal. Sebab, tak menutup kemungkinan yang bersangkutan melarikan diri. “Jadi, semua serba mungkin. Karena itu, semua yang terkait kita mintai keterangan,” tegasnya.

Sementara Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Cpt. Aldrin Dalimunte mengatakan, dugaan sementara kapal mengalami bocor, lalu miring dan tenggelam. Muncul juga dugaan, kapal kelebihan muatan. Sebanyak 64 penumpang dan 12 ABK berhasil selamat. Lima ditemukan tewas, satu masih hilang. Sementara kendaraan yang diangkut terdiri dari 18 truk tronton, 1 truk besar, 4 pick up dan 4 truk sedang. (Fk)

KOMENTAR