Polisi Selidiki Aktor Intelektual Rencana Aksi 55

0
loading...

TERASBINTANG.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) kembali berencana menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Aksi tersebut rencananya akan digelar pada 5 Mei mendatang atau yang dikenal dengan aksi 55.

GNPF MUI bukan kali ini saja turun ke jalan terkait dengan kasus Ahok. Bahkan, GNPF sendiri berdiri sejak kasus penodaan agama oleh Ahok muncul dan ramai mendapat tanggapan publik. Lalu apa tanggapan Polri terkait rencana GNPF aksi lagi?

Kepala Biro Penerangan Masyrakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengatakan pihaknya akan menyelidiki aktor intelektual dari aksi tersebut. Menurutnya, setiap gerakan massa pasti ada pendoplengnya.

“Gerakan apa pun pasti ada pendomplengan. Pendomplengnya ini apa, itu masih dalam penyelidikan. Prinsipnya, pengadilan itu independen, tidak boleh diintervensi,” ujar Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Polri sendiri saat iniu belum juga menerima surat pemberitahuan dari pantia aksi tersebut. “Walaupun di media sosial, gembar-gembornya sudah banyak. Belum ada pemberitahuan itu. Saya sudah cek. Belum ada pemberitahuan,” ucapnya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan perizinan dengan melihat tema aksi, lokasi aksi, dan jumlah massa jika surat pemberitahuan sudah diterima.

“Kita lihat nanti, apa rencananya. Mau apa, temanya apa, mau ke mana, orangnya berapa. Ini yang jadi bahan pertimbangan nanti,” kata Jenderal bintang satu ini.

Diketahui, massa dari GNPF MUI ini nantinya akan mendatangi gedung Mahkamah Agung (MA). Massa akan meminta independensi hakim menjelang vonis perkara Ahok.

loading...