Polisi Tunda Periksa Dwi Estiningsih soal ‘Pahlawan Kafir’

0
loading...

TERASBINTANG.com –   Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menunda pemeriksaan terhadap kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dwi Estiningsih terkait kasus penyebutan pahlawan kafir di uang rupiah baru. Pemerikasaan itu awalnya dihjadwalkan kemarin, Jumat (27/1/2017).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penundaan pemeriksaan atas keinginan penyidik. Ia tidak menjelaskan alasan secara rinci.

“Dari penyidik minta ditunda. Nanti kita lihat dan biarkan penyidik bekerja. Apakah sudah semuanya mendapatkan keterangan apa tidak,” katanya

Polisi akan menjadwalkan ulang pemanggilan Dwi Estiningsih. Argo belum bisa memastikan kapan perempuan yang berprofesi sebagai dosen itu dipanggil untuk diperiksa. Argo juga belum bisa memastikan apakah penyidik yang akan berkunjung ke Yogyakarta, tempat Dwi Estiningsih tinggal, atau menunggu terlapor ke Jakarta. “Itu nanti teknis penyidik,” sebutnya.

Diketahui, Dwi Estiningsih dipolisikan gara-gara kicauannya di media sosial soal uang rupiah yang baru diluncurkan Bank Indonesia. “Luar biasa negeri yang mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir. #lelah”.

Kicauan perempuan itu dinilai mengandung unsur kebencian. Atas cuitannya itu, Dwi Estiningsih dituduh melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

loading...