Polisi Usut Penyebab Ledakan Bom Maut di Kampus UHO

0

TERASBINTANG.com – Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, sudah memasrahkan kasus ledakan bom yang menewaskan 4 orang dan 8 luka-luka kepada Polda Sultra untuk diusut.

“Apa yang menjadi penyebab dari bom granat meledak, kami sudah menyerahkannya kepada pihak Polda Sultra untuk menyelidikinya,” kata Sekretaris UPT Pengamanan UHO Ali Marhadi, di Kendari, Selasa.

Menurut dia, peristiwa tragis yang merenggut nyawa empat korban dan delapan luka-luka itu terjadi sekitar pukul 15.30 wita, saat pelatih dari Brimob Polda Sultra memperlihatkan jenis bom granat kepada peserta pelatikan pendidikan dasar pengamanan bagi sekuriti Kampus UHO.

Peserta pelatihan yang berlangsung di dalam gedung Work Shop UHO itu kata dia, berjumlah 57 orang Satpam.

“Peserta yang ikut pelatihan itu sebetulnya sebanyak 61 orang, namun tiga orang tidak hadir dan satu orang sedang sakit sehingga tidak ikut pelatihan pada kesempatan tersebut,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, La Ode Fia mengatakan bom meledak saat anggota Brimob Polda Sultra, Brigadir Khaidir memperagakan jenis-jenis bom kepada peserta.

“Bom berupa granat yang diperlihatkan dalam pelatihan sebanyak enam buah. Salah di antara granat yang dipegang Brigadir Khaidir tiba-tiba meledak dan menewaskannya bersama tiga peserta pelatihan,” katanya.

Nama-nama korban meninggal akibat ledakan bom di dalam gedung Work Shop Kampus OHU yakni Brigadir Khaidir (anggota Brimob Polda Sultra), Kaharuddin, Jufriady dan Supriadi.

Sementara korban luka-luka yakni Asis, Jaimin, Imron, Faja, La Ode Fanani, Arhan dan Aiptu Safruddin. (fk)

KOMENTAR