Politis dan Rentan Rusuh, Penangkapan Sekjen FUI Dinilai Sudah Tepat

0
loading...

TERASBINTANG.com – Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa yang meminta Kapolri mundur dari jabatannya bila tak bisa membuktikan tuduhannya kepada Sekjen FUI Muhammad Al-Khattath dinilai berlebihan. Hal ini disampaikan praktisi hukum Fathor Rahman saat dihubungi terasbintang.com, Jumat (31/3).

Menurutnya, sebagai anggota Komisi III DPR, seharusnya Desmon menghormati proses hukum serta memberikan kesempatan kepada Polri untuk memproses kasus tersebut secara transparan dan tidak melenceng dari prosedur yang seharusnya.

“Seharusnya dia (Desmon) menghormati proses hukum ini. Berilah kesempatan Polri untuk memproses kasus tersebut,” katanya

Menurutnya, opini yang disampaikan Desmon tidak lain hanya untuk mendelegitimasi langkah Polri. Padahal, katanya, Desmon bisa memanggil Polri jika dalam proses-prosesnya terdapat intransparansi.

“Kalau ada yang tidak fair, tents Komisi III bisa memanggil Polri. Jangan melempar opini yang tidak perlu. Apalagi sampai menantang Kapolri mundur dari jabatannya,” katanya.

Selain itu, jebolan fakultas hukum Universitas Brawijaya Malang itu juga mengkritik pernyataan Desmon yang menganggap Polri tidak bisa membuktikan kasus Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang pamungkas, serta aktivis lain yang ditangkap dalam tuduhan yang sama. Padahal, kasus tersebut, kata Fathor, tengah berjalan di Kepolisian.

“Tunggulah proses ini. Ini kan kasus masih jalan semua,” katanya.

Menurutnya, tuduhan Desmon yang mengatakan kasus para aktivis tidak ada tindaklanjutnya sangat tidak berdasar.

Politis dan Rentan Rusuh

Di sisi lain, pengamat politik Madjid Politika Agung Shalihin menilai, langkah Polri mengamankan Al-Khattath sebelum aksi 313 sudah tepat dan patut diapresiasi. Sebab, kata Agung, sejak awal aksi ini sudah tercium bau politiknya.

“Sejak awal ini sudah sangat politis orientasinya, bukan semata-mata bertujuan membela agama,” katanya.

Sehingga, menurutnya, apa yang dilakukan Polri adalah bagian dari upaya prefentif untuk menghindari munculnya chaos selama proses berlangsung.

“Kalau ini murni soal agama, barangkali tak perlu dikhawatirkan, tapi ini kan sudah sangat politis. Rentan disusupi dan sangat mungkin terjadi insiden yang tidak diinginkan,” katanya.

“Apalagi, polisi tidak mungkin sembarang menangkap orang. Sudah pasti ada prisedur hukum yang sudah dipertimbangkan.”

Diketahui sebelumnya, Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththatht ditangkap semalam oleh kepolisian dan sedang diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok karena diduga akan menggunakan aksi 313 untuk melakukan tindakan makar.

loading...