Polri Buru Pembuat dan penyebar Berita Bohong, Ribuan Akun Terdeteksi

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia mulai memburu akun-akun media sosial yang kerap menyebarkan berita fitnah.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya akan menyelidiki seluruh situs dan akun media sosial yang menyebarkan berita hoax.

“Ada yang sudah kami pantau supaya tahu sejauh mana pergerakannya,” kata Martinus di Mabes Polri, Kamis (29/12).

Salah satu kasus yang saat ini sedang ditangani Bareskrim adalah penyebaran hoax tentang pencetak uang rupiah cetakan terbaru. Kasus ini dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI), pada Rabu lalu, karena sejumlah situs dan akun sosial media yang menyebarkan berita tersebut telah mencemarkan nama baik bank sentral.

Terkait situs atau media sosial yang kerap memuat berita bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), ujaran kebencian, serta paham radikal, Martinus mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan lebih dulu.

Kemkominfo sendiri saat ini tengah berkoordinasi dengan Dewan Pers untuk menangkal portal berita abal-abal. Menteri Kominfo, Rudiantara, menegaskan bahwa pihaknya juga punya concern yang sama terkait dengan kaidah jurnalistik sesuai dengan Undang-Undang Pers di media online.

Hingga Desember 2016, berdasarkan data di Kemkominfo, ada 773 ribu situs telah diblokir. penutupan akses secara paksa juga dilakukan terhadap hampir 5000 akun media sosial. Adapun 900 file konten youtube juga telah dihapus.

“Karena berkenaan dengan SARA, ujaran kebencian, pornografi, dan hoax,” kata Plt kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza. “Sejak Oktober hingga Desember lagi naik daun.”

loading...