Polri: Kesaksiannya Sangat Dibutuhkan Polisi, Tidak Mungkin Kematian Siyono Disengaja

0
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan

TERASBINTANG.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, tudingan bahwa polisi sengaja membunuh terduga teroris, Siyono, sangat tidak masuk akal. Pasalnya, kata dia, bagaimana mungkin polisi membunuh seseorang yang kesaksiannya sangat dibutuhkan.

Siyono diduga menjadi  panglima investigasi dalam kelompok Neo Jamaah Islamiyah. Kesaksiannya dibutuhkan polisi untuk menguak dan mengarahkan mengarahkan polisi ke tempat penyimpanan senjata rakitan.

“Seandainya ini disengaja, saya kira seluruh polisi di dunia akan menertawakan kita. Seandainya saksi kunci yang diperlukan, malah dihilangkan,” kata Anton di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/3/2016).

Sebaliknya, kata dia, polisi justru sangat menyayangkan meninggalnya Siyono yang diduga karena perkelahiannya dengan petugas yang mengawalnya.

“Masalah SY bagi Polri sangat disayangkan, karena dengan hilangnya SY ini kita kehilangan informasi,” jelasnya.

Bagi Anton, pihak yang menuding polisi sengaja membunuh Siyono sebaiknya introspeksi diri. Kenapa mereka juga tidak protes kalau polisi atau TNI jadi korban penembakan teroris.

“Kenapa ketika banyak TNI, Polri jadi korban, tidak ada satu orang juga mengatakan melanggar HAM?” kata Anton.

Seperti diketahui, tudingan polisi sengaja membunuh Siyono dilayangkan oleh putra terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir dan  Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).  Mereka  menilai ada yang tidak wajar dalam kasus kematian Siyono.  (SUM)

KOMENTAR