Polri: Maklumat Itu Larangan Menutup Jalan, Bukan Melarang Demo

0

TERASBINTANG.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar akhirnya meluruskan anggapan miring segelintir pihak mengenai maklumat Kapolri Metro Jaya terkait aksi 2 Desember. Menurut Boy, Maklumat tersebut tidak ditujukan untuk melarang aksi, tetapi larangan untuk menutup jalan sepajang Thamrin-Sudirman.

“Itu larangan untuk menutup jalan, bukan larangan berdemo,” ujar Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Melarang demo dengan melarang penutupan jalan utama di pusat ibu kota, kata Boy, adalah dua hal yang berbeda. Bila yang kedua tidak dilarang, maka lalu lintas bisa lumpuh akibat aksi damai.

“Jangan sampai mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum karena itu bagian hal-hal yang dilarang dalam undang-undang,” kata Boy.

Dalam undang-undang, diatur bahwa kegiatan unjuk rasa tidak boleh sampai menutup jalan utama yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin merupakan kawasan padat kendaraan yang tentunya akan berdampak besar bagi lalu lintas bila ditutup.

“Istilahnya jalan urat nadi di Indonesia baik kegiatan perekonomian, kegiatan yang berkaitan dengan tamu-tamu negara, tamu-tamu VIP,” kata Boy.

KOMENTAR