Polri Tak Pernah Keluarkan Maklumat Larangan Demo

0

TERASBINTANG.com – Imam Besar FPI Rizieq Syihab mengeluarkan maklumat mengenai demo 2 Desember mendatang. Dalam maklumat tersebut ia mengkalim bahwa aparat penegak hukum dan pejabat setempat telah mengintimidasi laskar FPI daerah untuk menandatangani perjanjian agar tidak mengikuti demo jilid III.

Ia pun meminta agar kader FPI menolak menandatangni perjanjian tersebut. “MENOLAK TANDA TANGAN DAN MELAWAN SECARA HUKUM SEGALA BENTUK INTIMIDASI DARI SIAPA PUN, KARENA AKSI BELA ISLAM 212 ADALAH AKSI UNJUK RASA DAMAI KONSTITUSIONAL YANG DIJAMIN DAN DILINDUNGI UU NO. 9 TAHUN 1998,” kata Rizieq melalui situs remi FPI.

Padahal, selama ini, belum pernah ada larangan aparat terhadap aksi Bela Islam III itu. Yang dilarang aparat adalah pola aksi yang akan menggelar shalat Jumat di Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, bukan semata-mata karena aksinya.

Hal ini terlihat dalam komentar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar belum lama ini. “Polisi itu bukan larangan demo, tapi larangan memililih lokasi demo di Jalan umum,” kata Boy.

Jalan Sudirman-Thamrin merupakan sentra ekonomi ibu kota. Tentu saja, aktivitas padat di jalan ini tidak boleh diganggu dengan aksi. Terlebih banyak sekali tempat yang bisa dipakai untuk gelaran demo.

“Tentu semua kepada elemen masyarakat yang hendak berunjuk rasa hendaknya tidak ada hal-hal yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum karena itu bagian hal-hal yang dilarang dalam undang-undang,” kata Boy.

Sebabnya, bila saat ini FPI mengklaim ada aparat yang mengintimidasi anggota laskar, tentu saja itu isu yang tidak benar. Sebab, Polri belum pernah mengeluarkan larangan soal aksi demo besok.

KOMENTAR

loading...