Preman Kalijodo Daeng Azis Ingin Berunding dengan Ahok

0
loading...

TERASBINTANG.com – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mantap untuk menggusur kawasan Kalijodo. Selain karena jadi tempat prostitusi, Pemprov menilai, pemukiman Kalijodo berdiri di jalur hijau.

“Anda enggak mungkin biarkan di depan hidung kamu, berpuluh-puluh tahun orang melanggar. Kalau kayak gitu melanggar, gimana kita mau bereskan Waduk Pluit,” kata Ahok, Senin (15/2/2016).

Hanya saja, banyak pihak menilai, menggusur Kalijodo bukan perkara mudah. Kawasan tersebut dikenal memiliki kekuatan preman yang sangat kuat. Ahok memang tidak gentar, bahkan mengancam akan menurunkan seribu pasukan Brimob.

Namun, ancaman itu tentu tidak menyurutkan kekuatan preman Kalijodo. Daeng Aziz, ketua preman Kalijodo, meningatkan Ahok untuk tidak menempuh jalur kekerasan. Cara damai dan saling menguntungkan, kata dia, harus dikedepankan.

Bahkan, kata dia, dirinya siap berunding dengan pemerintah. Azis yang biasa dipanggil Kareng (panggilan untuk Raja) ini juga ingin berunding agar tidak banyak yang jadi korban.

“Namun, sampai kemarin, ajakan duduk bersama dan berunding ini belum Ia dapat,” kata dia.

Azis menjelaskan, Kalijodo bukan satu-satunya wilayah berdiri di atas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Di daerah lain banyak.

“Azis yakin semuanya bisa dibicarakan dengan kepala dingin untuk menemukan jalan tengahnya. Sehingga tak perlu ada yang rugi,” tukasnya. (SUM)

loading...