Priyo: Gesekan Makin Rumit Semetara Golkar dalam Vacuum of Power

0
loading...

TERASBINTANG.com – Kisruh Golkar makin runyam saja setelah Setya Novanto mengganti orang yang dekat dengan Ade Komaruddin di jajaran fraksi Golkar.

Setelah manuver Novanto itu lalu ramai konflik baru di Golkar, yaitu Setya Novanto vs Ade Komaruddin yang kemudian membawa gerbongnya masing-masing SOKSI vs Kosgoro.

Wakil Ketua Umum Golkar Munas Ancol Priyo Budi Santoso, konflik baru itu kian menambah rumit gesekan di tubuh Golkar.

“Ini semakin rumit gesekan yang terjadi di Golkar dan semakin membuat kisruh situasi,” ujar Waketum Golkar versi Munas Ancol, Priyo Budi Santoso, usai melayat ibunda Pramono Anung di Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2016) malam.

Priyo mengaku sedih karena saat ini ketua fraksi saja bisa ada tiga dan Ketua DPR ada dua.  “Saya sedih, kalau saya hitung hari ini Golkar ketua fraksinya ada tiga: Setya Novanto, Ade Komarudin dan Zainudin Amali. Pimpinan (ketua DPR) yang diajukan masih juga dua orang Ade Komarudin dan Agus Gumiwang,” imbuhnya.

Padahal di saat bersamaan, kata dia, Partai Golkar sendiri sedang dalam kekosongan kepemimpinan atau vacuum of power. Dalam kondisi ini, sebetulnya tidak boleh ada pihak-pihak yang mengatasnakaman Golkar.

“Golkar dalam posisi vacuum of power, mestinya hari ini secara hukum tidak ada yang mengklaim dan bertindak atas nama Golkar. Tidak ada,” jelasnya. (SUM)

loading...