Promosikan Komunisme, Festival Belok Kiri Ditolak Puluhan Ormas, Polisi Bertindak Cepat

0

TERASBINTANG.com – Festival Belok Kiri yang digelar di Taman Ismail marzuki Jakarta terpaksa harus dihentikan oleh sejumlah organisasi masyarakat. Ada indikasi, kegiatan tersebut menjadi ajang kelompok komunis mempropagandakan kepentingannya.

Salah satu pihak yang menolak adalah Gerakan Pemuda Cinta Bangsa. GPCB adalah gabungan beberapa elemen pergerakan yang bersatu untuk melawan gerakan yang berorientasi kiri. Dalam sebuah jumpa pers, belum lama ini, GPCB menilai Festival Belok Kiri Fest dinilai merupakan bentuk komunis gaya baru.

Ormas lain yang menolak pagelaran acara ini adalah Pemuda Cinta Tanah Air (PECAT), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII Jakarta Raya), Kordinator Pusat Brigade Pelajar Islam Indonesia (Korpus Brigade PII), Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DUTA, (KOPMA), Front Aktivis Jakarta (FROAJA), Himpunan Mahasiswa Lombok (HIMALO) yang tidak setuju acara festifa tersebut digelar lantaran berbau Komunis.

Mereka ingin penegak hukum menegakkan TAP MPR No. 26 Tahun 1966 untuk menolak segala bentuk usaha adu domba antar anak bangsa. “Tolak ideologi yang menghalalkan kekerasan dalam memperjuangkan cita-citanya, kembali kepada kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI, serta kembali kepada Pancasila, UUD 1945 yang asli.

Atas dasar penolakan tersebut, polisi pun bertindak tegas dengan melarang acara tersebut digelar. Polisi tak ingin terjadi kerusuhan jika acara tersebut tetap dibiarkan berjalan.

 

Untuk diketahui, festival ini akan dibuka hari ini, Sabtu 27 Februari, sejak pukul 14:00 hingga pukul 21:00. Pembukaannya akan dimeriahkan oleh paduan suara penyintas tragedi 1965 Dialita, Sanggar Ciliwung, serta beberapa seniman lainnya. Festival akan berlangsung sepekan hingga Sabtu 5 Maret mendatang. (fk)

KOMENTAR