Ini Dia Proses yang Dilakukan Selama Gelar Perkara

0

TERASBINTANG.com – Gelar perkara terbuka dilakukan untuk menegakkan akuntabilitas dan transparansi dalam proses penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mengingat, kasus tersebut mendapatkan atensi publik yang cukup luas.

Gelar ini disebut terbuka karena melibatkan pihak ekternal dalam proses penyidikan, seperti Kompolnas, Ombudsman, bahkan Komisi III juga diundang. Selain tentu juga dari pelapor dan terlapor. Seperti dikatakan oleh Kabareskrim, ini pertama dan baru dalam penegakan hukum kita.

Meski begitu tidak berarti proses ini boleh disiarkan secara langsung di media. Bahkan, tak satu pun media bisa masuk ruang gelar perkara.

Gelar perkara ini dimulai dengan penyampaian hasil penyelidikan oleh tim penyelidik kasus Ahok.

Penyelidik juga memperlihatkan sejumlah bukti, salah satunya video yang diunggah di Youtube.

Selain itu juga dibacakan poin penting dari hasil permintaan keterangan para saksi dan ahli.

Selama proses penyidikan, Bareskrim sudah menghadirkan 40 saksi ahli untuk dimintai keterangan. Bahkan Polri sendiri menghadirkan lima saksi ahli. “Dari kita, penyelidik, menghadirkan lima ahli,” kata dia.

Adapun pelapor yang diijinkan masuk ruangan hanya 5 orang, walaupun jumlah pelopor yang tercatat sekitar 13 orang. Hal ini karena kelimanya dianggap mewakili dan memiliki gugatan yang sama.

Setelah penyidik memaparkan resume hasil pemeriksaan dan penyidikan, lalu ahli dari masing-masing memberikan respon sesuai keahliannya, baik ahli agama, pidana maupun bahasa. Bila ada yang perlu dikoreksi dan diluruskan dari pemaparan penyidik, tentulah masing-masing punya hak menyampaikannya.

Setelah kelengkapan dokumen, keterangan, dan lain-lainnya dianggap cukup, lalu penyidik merumuskan dan memutuskan, apakah perkara ini bisa ditingkatkan statusnya ke penyidikan atau tidak.

“Kemudian dilaksanakan perumusan untuk merekomendasi kepada penyidik apakah nanti perkara dianggap cukup bukti sehingga dilaksanakan penyidikan atau bukan dianggap tindak pidana maka dianggap selesai,” kata Ari.

Menurut Kabareskrim, keputusan dari hasil gelar perkara tersebut akan dumumkan pada kamis besok (17/11). (za)

KOMENTAR